manuk
Read more at http://lenterablogger.blogspot.com/2012/05/cara-buat-burung-twitter-terbang.html#CXrQPzl1POT5UHSq.99
Selasa, 05 Februari 2013
Pak Karno
Sepenggal Cerita Unik Presiden Soekarno
Perintah pertama Soekarno sebagai Presiden
Sosok Soekarno punya seribu cerita unik yang mengundang senyum. Kira-kira apa perintah pertama Presiden Soekarno saat menjadi Presiden?
Sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Mereka menetapkan Soekarno sebagai Presiden RI pertama dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden RI.
Tidak ada debat sengit dalam sidang di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon itu. Sederhana saja, PPKI memilih Soekarno sebagai presiden. Berbeda sekali dengan sidang paripurna di DPR yang penuh keriuhan, protes serta gontok-gontokan.
Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.
"Nah kita sudah bernegara sejak kemarin. Dan sebuah negara memerlukan seorang Presiden. Bagaimana kalau kita memilih Soekarno?"
Soekarno pun menjawab, "Baiklah."
Sesederhana itu. Maka jadilah Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Namanya negara yang baru seumur sehari, tidak ada mobil kepresidenan yang mengantar Soekarno. Maka Soekarno pun pulang berjalan kaki.
"Di jalanan aku bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu dan mengeluarkan perintah pelaksanaannya yang pertama. Sate ayam 50 tusuk!" ujar Soekarno.
Itulah perintah pertama presiden RI. "Sate ayam 50 tusuk!"
Soekarno kemudian jongkok di pinggir got dekat tempat sampah. Sambil berjongkok, Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia itu menghabiskan sate ayam 50 tusuk dengan lahap. Itulah pesta perayaan pelantikannya sebagai Presiden RI.
Saat Soekarno pulang ke rumah, dia menyampaikan dirinya telah dipilih menjadi Presiden pada Fatmawati, istrinya. Fatmawati tidak melompat-lompat kegirangan. Fatmawati menceritakan wasiat ayahnya sebelum meninggal.
"Di malam sebelum bapak meninggal, hanya tinggal kami berdua yang belum tidur. Aku memijitnya untuk mengurangi rasa sakitnya, ketika tiba-tiba beliau berkata 'Aku melihat pertanda secara kebatinan bahwa tidak lama lagi...dalam waktu dekat...anakku akan tinggal di istana yang besar dan putih itu'. Jadi ini tidak mengagetkanku. Tiga bulan yang lalu, Bapak sudah meramalkannya," ujar Fatmawati tenang.
Soekarno memang ditakdirkan jadi orang besar dengan segala ceritanya.
Soekarno cinta budaya bangsa
Satu-persatu budaya Indonesia terus diklaim oleh Malaysia. Mulai dari angklung, reog, tari tor-tor hingga motif batik. Ironi, padahal Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, dikenal sangat mencintai kebudayaan Indonesia.
Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya.
Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia.
"Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.
Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua.
Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut.
Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik.
Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong.
Jika mendengar Malaysia main klaim, mungkin saja Soekarno akan mengulang pidatonya saat Dwikora. Dengan lantang, orator ulung ini akan membakar semangat rakyat untuk mempertahankan apa yang kita miliki.
Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!
Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu
Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.
Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.
Ketika Bung Karno paksa Belanda memikul sepeda
Ada saja cerita lucu yang datang dari Bung Karno, proklamator yang lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970. Sebuah cerita lucu dituturkan istrinya Fatmawati. Fatmawati menjadi Ibu Negara Indonesia dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari Soekarno. Fatmawati juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
Fatmawati mengakui kadang kali ada kelucuan daripada pembawaan Soekarno. Bila Bung Karno sudah melucu, dirinya jadi terpingkal-pingkal dibuatnya. Menurut Fatmawati, Bung Karno pernah bercerita kalau dirinya senang berkelakar. Senang mendengar dan bercerita yang lucu. Dan kelucuan Bung Karno bukanlah kelucuan seorang badut, tapi sikap eksentrik seorang pemikir.
Menurut Fatmawati, ketika Bung Karno dibuntuti polisi Belanda, polisi Belanda tersebut dipaksa untuk memikul sepedanya. Bung Karno tahu kalau dirinya selalu diikuti oleh serdadu Belanda. Sedikit saja Bung Karno melanggar hukum, Belanda dengan cepat mengirimnya ke dalam bui. Justru karena tahu polisi Belanda tidak boleh melepaskan pandangan mengikuti jejaknya, membuat dia sering mempermainkan polisi Belanda.
Waktu itu, Bung Karno sedang bersepeda, seorang polisi mengikutinya dari belakang. Bung Karno sengaja tidak mempercepat laju sepedanya. Dia menggenjot dengan santai saja. Polisi belanda itu pun santai pula mengikuti dari kejauhan. Tiba-tiba timbul pikiran membikin polisi itu repot. Di tepi persawahan, Bung Karno berhenti dan meninggalkan sepedanya di sana. Kemudian Bung Karno berjalan meniti pematang, menuju suatu perkampungan yang agak jauh letaknya, tempat seorang temannya tinggal. Bung Karno tahu, sepedanya tidak akan ada yang mengambil.
"Bung Karno tahu, polisi itu tidak berani membiarkan dirinya lepas dari pandangannya. Dia wajib menguntit Soekarno terus,” cerita Fatmawati dikutip dari buku Bung Karno Masa Muda’ Penerbit: Pustaka Yayasan Antar Kota, Jakarta, 1978.
Tapi kesulitannya sekarang adalah sepedanya tidak boleh ditinggalkan begitu saja seperti sepeda Bung Karno. Disiplin melarang polisi Belanda meninggalkan sepedanya di jalanan. Akhirnya terpaksa polisi itu memikul sepedanya meniti pematang sambil terseok-seok. Sesekali polisi itu kejeblos masuk lumpur sawah dengan bebannya yang cukup berat. Dia tidak berani membiarkan Bung Karno bebas berkeliaran di luar pengawasannya.
Sedangkan Bung Karno yang punya pikiran nakal itu enak saja meniti pematang panjang menuju perkampungan. Dia dengan jalan lenggang kangkung, sementara di belakang sang polisi dengan geram mengikutinya.
Itulah beberapa keping perbuatan Soekarno yang terkadang lucu, menurut Fatmawati sering membuat dia terpingkal-pingkal mendengarnya.
Saat Soekarno kencingi Hatta
Tanggal 8 Agustus 1945, pemimpin tertinggi pasukan Jepang di Asia Tenggara, Jenderal Terauchi memanggil Soekarno dan Mohammad Hatta ke Vietnam. Terauchi sama sekali tidak menjelaskan apa maksudnya. Hal ini membuat Soekarno dan Hatta bertanya-tanya.
Berangkatlah mereka dengan diiringi 20 pejabat tinggi militer Jepang. Pesawat yang ditumpangi Soekarno penuh sesak. Tapi tak ada yang mau bicara soal alasan pemanggilan tersebut.
Ternyata pertemuan Soekarno-Hatta dengan Terauchi di Dalath ini sangat penting dalam sejarah Indonesia. Jepang mengaku tidak akan menghalang-halangi kemerdekaan Indonesia. Jepang sadar mereka sudah dikalahkan pasukan sekutu. Kondisi peperangan sama sekali berubah. Jepang sudah kalah habis-habisan dalam perang dunia II di Pasifik.
Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.
Maka dengan membawa berita baik itu, pulanglah Soekarno dan Hatta ke Indonesia. Kali ini mereka tidak naik pesawat penumpang yang bagus seperti saat berangkat. Mereka naik pesawat pembom yang sudah rongsokan. Banyak lubang bekas tembakan di badan pesawat itu.
Pesawat itu juga tidak memiliki tempat duduk. Para penumpang duduk di lantai pesawat atau berbaring. Tidak ada juga pemanas, sehingga para penumpang menggigil kedinginan. Parahnya, tidak ada juga kamar kecil.
Nah, yang jadi masalah, saat itu Soekarno ingin kencing. Dia berbisik pada Suharto, dokter pribadinya.
"Aku ingin kencing. Apa yang harus kulakukan?" bisik Soekarno.
Suharto juga bingung, tidak ada kamar kecil. Maka dia menunjuk bagian ekor pesawat yang penuh lubang bekas tembakan. "Tidak ada tempatnya, jadi tidak ada jalan lain. Bung harus kencing di sana," kata Suharto.
"Baiklah. Aku melangkah pelan-pelan ke bagian belakang pesawat dan melampiaskan hajatku. Dan baru aku mulai, tiupan angin yang keras menghempas melalui lubang-lubang bekas peluru dan menyemburkan air itu ke seluruh ruangan pesawat. Kawan-kawanku yang malang itu mandi dengan air istimewa," beber Soekarno.
Saat mendarat di Jakarta, para pemimpin bangsa itu masih setengah basah dengan air kencing sang pemimpin besar revolusi. Tak dijelaskan bagaimana reaksi Hatta dan yang lainnya saat terkena air kencing Soekarno.
Soekarno menipu Belanda dengan telur dan Alquran
Aktivitas politik Soekarno saat masa pergerakan di pertengahan tahun 1920-an membuatnya menjadi incaran Belanda. Sejak pindah ke Bandung untuk meneruskan sekolahnya, gerak-gerik Bung Karno diawasi ketat. Hingga kemudian di bulan Desember 1929 Bung Karno muda dijebloskan ke penjara.
Bung Karno pindah ke Bandung dari Surabaya pada tahun 1920. Dia melanjutkan pendidikan ke THS (Technische Hoogeschool atau Sekolah Teknik Tinggi yang sekarang menjadi ITB). Pada tahun 1926 saat dia sudah lulus dan bergelar insinyur, Bung Karno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung. Organisasi ini menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1927. Aktivitas Soekarno di PNI inilah yang membuat dia mendekam di penjara Banceuy dan kemudian dipindahkan ke Sukamiskin pada tahun 1930.
Kehidupan ekonomi Soekarno saat di Bandung sangat memprihatinkan. Dia menikah dengan Inggit Garnasih tahun 1923. Soekarno tidak pernah bekerja secara profesional yang mendatangkan penghasilan. Waktunya lebih banyak dihabiskan untuk kegiatan politik.
Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo.
Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting.
Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar.
Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno.
Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail.
Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan.
Ada lagi cara yang lebih rumit dengan menggunakan media buku-buku agama hingga Alquran. Inggit yang mendapat jatah berkunjung dua kali sepekan diizinkan membawa buku-buku agama dan Alquran. Misalnya, Bung Karno dikirimi Alquran tanggal 24 bulan April. Maka Bung Karno harus membuka surat Alquran keempat di halaman 24. Di bawah huruf-huruf tertentu pada halaman tersebut terdapat lubang-lubang kecil seperti huruf Braille. Contohnya di bawah huruf B ada tusukan, selanjutnya di bawah huruf U, dan seterusnya, hingga membentuk rangkaian kata dan kalimat yang berisi kabar dari rekan-rekan seperjuangannya yang berada di luar penjara.
Satu lagi model komunikasi yang digunakan Bung Karno. Cara ini dipilih Ibu Wardoyo, yang selalu menemani Inggit membesuk ke penjara Sukamiskin. Dia menggunakan bahasa tubuh seperti menarik telinga, menyilangkan jari, mengedipkan mata, menggerakan satu tangan, hingga menggerakkan bagian muka. Semua kode itu sudah dipahami maknanya oleh Bung Karno.
Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya.
Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin.
Senin, 04 Februari 2013
1001 cerita di mikael
Pengantar dulu sajalah :
Ini cerita saya yang akan saya sampaikan buat para pembaca yang sakinah mawardah dan itulah pokoknya hehe :D. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang indah secerah embun pagi saat saya pertama kali menginjakan kaki di SMK Katolik St.Mikael Surakarta, Jawa tengah Indonesia :D. Mungkin tulisan saya ini masih agak kacau gak kayak penulis terkenal lainnya :D. In The End ketika cerita ini kelar saya tulis semoga para pembaca terhibur karena tujuan saya hanya menghibur bukan menjatuhkan dan beberapa nama juga saya samarkan untuk melindungi orang yang bersangkutan, either way saya berharap cerita saya ini menjadi bacaan yang fresh bagi siapa pun.
Nih ceritanya simak baik-baik ya guys ! :D semoga blog saya menghibur
PENGALAMAN 1 ahhhh (MOS hari 1)
Kriiiiiiiiiiiiiiing kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing !!!!! jam masuk saaat Mos hari pertama pun di mulai
MARS MIKAEL
SMK Katolik Mikael Sekolah Teknik Mesin
Tingkatkan iman dan bakti tanggung jawab nurani
Jadi insan seutuh nya hidup bagi sesama
Kami warga negara Indonesia
Harapan bangsa pembawa hidup sejahtra
Mempertinggi semangat menuntut ilmu tiap hari
Latih diri pantang mundur terus maju
Semua para gundul gundul pun berbaris di barisan tempat duduk yang sudah di persiapkan, saya pun saat itu sangat berdebar debar melaksanakan MOS hari pertama rasanya seperti terbang ke angkasa bersama ikan hi uterus terjun bersama tujuh bidadari menuju gurun sahara, pokoknya panasnya kota solo dan suasana Aula Mikael menambah panas kegiatan MOS saat itu, pagi itu banyak sekali anak yang telat (saya gak termasuk lo). Banyak hukuman yang diberikan kakak kelas untuk para peserta MOS yang terlambat, ada yang nyanyi depan Mikael sambil hormat, push up, nulis teks bendera mikael 2 folio dan banyak lagi lah.
Saat itu pun tak terasa hari begitu lambatnya hingga kami pun merasa seperti cacing kepanasan, berkeringat bau bawang merah-putih menyengat, saya ingat teman saya yang di beri hukuman suruh makan tu bawang merah haha mukanya sampe jelek banget eh taunya habis juga tu bawang ditelen semua. Saya sebenernya gak suka sih waktu suruh milih hukuman mental atau fisik kalo di fisik ntar capek apalagi di mental ntar gila terus hukumannya apa dong kak ?. Haha buat kakak yang kasih MOS pokoknya gokil lah waktu itu hingga saat ini saya bisa menjadi pribadi yang baik dan menghargai orang lain :D. Walaupun dulu saya saata MOS harus telat satu jam pada hari kedua hehe saya gak bawa menu MOS apa pun itu mungkin hanya satu atau dua aja hhe tapi saya bersyukur hukuman yang di berikan pada saya gak berat berat banget lah haha.
PENGALAMAN DUDUK DI KELAS XA with 39 other
Halllooooo :D, ni kelas pertama saya waktu saya bersekolah di SMK MIKAEL kelas dimana banyak anak yang kece kece :D yang dipimpin oleh B.Sagana selaku guru Wirausaha. Nah disini saya melukis banyak sekali cerita bermula dari perkenalan saya dengan teman teman sekelas . Temen sekelas yang saya kenal sih asik-asik orangnya namun masih sama semua muka mereka bentuknya gundul laki lagi haha, kasihana anak Mikael kalo gundul gini pulang bau besi udah gundul lusut lagi haha, tapi gak apalah memang begini lah perjuangan pertama di SMK MIKAEL.
Bangku pertama yang saya duduki waktu itu bangku pojok deket pintu nomer tiga dari depan , saya duduk sama Iwan Fals *bukan nama samaran) mungkin temen saya yang satu ini bokapnya ngasih nama sama dengan idolanya biar suaranya semerdu Iwan fals eh tapi kenyataannya Fals semua setiap nyanyiaanya haha, balik lagi ke cerita saya. Bermula dari perkenalan saya dengan orang-orang baru disini saya jadi mengetahui bagaimana kreteria anak-anak luar daerah saya tinggal, ternyata banyak dari mereka adalah pendatang semua sama seperti saya.
Di kelas saya yang asri ini saya dapat pencerahan bahwa saya disini harus dapat bersaing dengan orang lain dengan sebaik mungkin dan dapat menjalin hubungan baik dengan mereka agar kelak saya mendapat chanel juga yang banyak saat bekerja. Saya mempunyai pengalan dengan kelas XA ini saya waktu itu bermain yoyo eh ternyata guru Bk datang lalu yoyo yang saya mainkan itu di sita, padahal itu yoyo teman saya dan mainan itu baru saja di belinya, lalu saya pun pulang sekolah menemui guru Bk tersebut dan di sana saya disuruh untuk mengurutkan kamus dahulu baru saya boleh mengambil yoyo. Yah namanya saya guru punya 2 aturan
1. Guru tidak pernah salah
2. Apabila guru salah kembali ke peraturan 1
Haha sekedar candaan lama.
Pengalaman ke 2 ( story grade XI)
Cuiiiit cuiiiitt !!!...... burung pun bersiul pagi itu dijendela kamar kos saya yang baru
Tak terasa saya pun dapat menyelesaikan grade pertama di SMK Mikael dan saya dapat naik dengan baik. Pagi itu saya berangkat sekolah dengan perasaan penasaran saya akan mendapatkan teman-teman sekelas yang baru yang pastinya dengan keperibadian yang lain lagi dengan para anak kelas XA dahulu.
Ternyata saat itu saya mendapatkan kelas dimana semua anak yang terpilih dalam kelas itu adalah anak-anak yang mempunyai keahlian olahraga yang dianggap baik , yaitu kelas XIB haha yang pastinya the big family, kocak,kompak,dan brutal dalam artian positif dan terkadang negative lah. Saya mendapatkan banyak pengalaman di kelas saya yang satu ini, teman-teman yang aneh-aneh yang dikata suka membuat onar namun di balik pembuat onar tersebut kami selalu bersama dalam satu kondisi dimana siji loro kabeh kudu ngeroso.
Kebersamaan kelas kami yang harmonis itu berlanjut hingga kurang lebih satu tahun, namun kelas saya harus meninggalkan satu orang anak yang harus tinggal kelas walaupun begitu kami tidak pernah lupa akan seorang itu walaupun dia tidak bersama kami menjalani hari bersama lagi tetapi dia masih keluarga kecil bersar kami semua haha:D, lama-lama ni ceritanya jadi agak mellow :”).
NOW END THE END
Huuuuuuahhh............. menghela keringat menikmati indahnya kota solo yang panas namun indah dipagi hari ini.
Tak terasa dan sangat tak terasa tahun,bulan,,minggu,hari,jam,detik pun berasa begitu singkat dan cepat sekali dengan usaha saya yang mati-matian(hela nafas kembali) saya dapat menyelesaikan grade XI di SMK Mikael. Saya menikmati kelas XIIB kembali dengan teman-teman yang sama kemballi dengan kelas XI dulu :D.
Hari-demi hari pun saya lewati dengan penuh canda tawa dengan teman-teman saya, pernah suatu kali pelajaran P.Tjahyana haha :D dengan kedatangan mentri Jerman dia selalu memulai banyolannya dikelas kami tentang mentri Jerman itu hingga kami tertawa terbahak-bahak. Yah begitulah kelas saya yang diartikan kelas pembuat onar tapi anak-anaknya mapan tampan dan beriman haha :D. Sudah beberapa bulan saya dikelas XIIB ini hingga suatu saat kita harus mengadakan foto untuk buku kenangan , kami semua memutuskan untuk berfoto @KOTAL LAMA SEMARANG.
Nah saat itu banyak sekali voting yang harus kami lalukan para anggota kelas apakah berangkat dengan menggunakan apa, perpecahan kelas pun akhirnya tak dapat terhindarkan, akhirnya harus ada yang pihak mengalah namun kami ini kelas XIIB kami dewasa menghadapi perpecahaan itu, akhirnya pada hari, kamis 24 januari 2013 kami berangkat menuju Kota Lama yang berada di kota Lumpia itu. Saya menjadi penujuk jalan walaupun sopirnya mengeyel dan harus kesasar waktu masuk tol hingga harus membalik bisnya, namun dengan sabar kami sampai di Semarang dan kami memulai action kami berfoto.
Pengalaman tak terlupakan mungkin bagi semua saja saya harus menccemplung di got yang tak terlihat itu, kejadian konyol itu terjadi karena saya yang waktu menunggu giliran difoto mundur-mundur dan tidak tahu bahwa belakang saya ada got yang cukup curam akhirnya saya kecebur dan kotor *yah payah dipermalukan dikota sendiri ceritanya. Setelah kami puas dan acara itu bisa berjalan dengan lancar kami semua pulang kembali kesolo dengan bahagia walaupun capek dan besok harus sekolah namun demi masa depan dan demi Mikael kami semua siap jadi yang terbaik.
beginilah kami dengan kesederhanaan kami
Langganan:
Postingan (Atom)





